Magang di Luar Negeri (Tips Magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia)

By Rosa Cornelia Gusfa - Tuesday, February 06, 2018

 

Sebagai mahasiswa perkuliahan di universitas negeri maupun swasta pasti kita di haruskan untuk mengambil mata kuliah magang (internship) yang merupakan salah satu persyaratan wajib untuk lulus. Pada setiap universitas mungkin program internship ditempatkan pada semester yang berbeda-beda. Seperti contohnya di kampus tempat saya mengambil gelar Sarjana (S1), program magang ditempatkan di semester 7.

Setiap mahasiswa pastilah mendambakan bisa melakukan program magang di perusahaan-perusahaan ternama atau berkelas. Terlebih mereka harus berusaha agar dapat diterima di perusahaan atau kantor yang sesuai dengan jurusan mereka.

Sejak beberapa tahun terakhir program magang di luar negeri sangat banyak diminati. Banyak mahasiswa berbondong-bondong mencari informasi mengenai perusahan di luar negeri yang juga membuka dan menerima mahasiswa dengan program internship. Sebagai seorang mahasiswa dengan jurusan Hubungan Internasional atau (International Relation) saya juga mendambakan hal yang sama.

Sejak sebelum mulai di semester 7 saya dan beberapa teman sudah mencari-cari perusahaan luar negeri yang menerima program internship dan akhirnya kami menemukan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur. Kebetulan juga KBRI Kuala Lumpur mensupport program internship yang ditujukan kepada mereka.


Kenapa magang di luar negeri?

Mahasiswa akan mendapatkan banyak sekali benefit dari program internship di luar negeri. Hal utama yang didapat pastilah pengalaman kerja. Kemudian dengan magang diluar negeri kita juga akan menjalani kehidupan kerja yang sedikit berbeda, tentu dengan lingkungan yang berbeda pula. Kita juga dapat belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan environment baru yang mungkin berbeda dengan Negara kita.

Apa yang harus kita ketahui?

FYI  Setiap KBRI memiliki persyaratan yang berbeda-beda dan tidak semua KBRI menerima program magang pula. Seperti KBRI di ASEAN (Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei) membuka program magang, terlebih untuk anak Indonesia. Sedangkan KBRI Korea dan Jepang (sejak informasi 2017 kemarin) tidak membuka program magang. 

Waktu program magang di KBRI juga terbilang singkat yaitu satu bulan. Hal ini dikarenakan visa yang digunakan hanya untuk satu bulan. Kalian juga harus cermat memilih KBRI mana yang jadi tujuan kalian. KBRI di ASEAN tentu tidak menggunakan visa (visa free) karena itu salah satu benefit sesama Negara ASEAN. Namun batas tinggal di Negara tersebut maksimal hanya satu bulan. KBRI di eropa juga membuka program magang yaitu KBRI Denhaag dan KBRI Washington, atau juga KBRI New Zealand dan KBRI Beijing. Namun Negara tersebut mengharuskan kalian menggunakan visa. Jadi itu semua tergantung kalian ingin mencoba di KBRI mana.


Bagaimana tips untuk diterima di KBRI?

Pertanyaan yang sering muncul yaitu bagaimana cara agar bisa diterima? Tentu hal pertama yang harus kalian pastikan yaitu kampus kalian menyetujui jika mahasiswanya mengambil program magang di luar negeri karena program magang tidak akan diterima jika tanpa persetujuan kampus. Jangan langsung menghubungi atau mengirim email ke KBRI jika ternyata kampus kalian sendiri tidak memberikan izin.

FYI JANGAN menghubungi atau mengirim email ke email pusat KBRI. Hal itu terkadang sia-sia dan kalian tidak akan mendapatkan balasan dari mereka, kenapa? Email yang masuk sangat banyak dan bahkan lebih penting dari pertanyaan yang kalian ajukan. Maka dari itu hindari mengirim email ke alamat email pusat KBRI. KBRI yang membuka program magang berada dalam naungan divisi pendidikan. Berdasarkan pengalaman saya yang ditempatkan di divisi pendidikan KBRI Kuala Lumpur, memang betul mereka yang meng-handle program magang dan saya sendiri pernah diberikan tugas untuk menghandle calon peserta magang untuk bulan-bulan berikutnya.

Tips untuk kalian agar ingin mempercepat proses, kirimlah email ke bagian pendidikan atau di KBRI disebut ATDIKBUD (Atase Pendidikan dan Kebudayaan). Balasan pertama yang pasti kalian terima adalah kurang lebih “kirimkan surat rekomendasi dari kampus terlebih dahulu”. Maka dari itu akan lebih baik jika kalian sudah memiliki surat rekomendasi kampus terlebih dahulu baru kemudian mendaftar (jangan lupa untuk melampirkan CV). Karena terkadang email yang bertele-tele tidak terbalas atau ter-skip oleh staff yang mengurusi. 

Kemudian jangan mengirimkan email pada waktu yang mendadak. Saya sarankan hubungi pihak yang bersangkutan 6 bulan sebelum jadwal magang yang kalian inginkan. Karena biasanya sampai enam bulan kedepan jadwal magang sudah terisi penuh. Contohnya jika kalian mendaftar di bulan januari 2017 dan ingin melakukan program magang di bulan februari 2017 atau maret 2017, kesempatan diterima sangatlah kecil karena biasanya sudah ada mahasiswa magang yang mendaftar. Atau bisa juga kalian berdiskusi dengan pihak terkait mengenai slot bulan apa yang masih kosong. Selamat mencoba dan good luck!


Jadi, apa kamu tertarik? Atau boleh juga sharing seputar pengalaman kalian ya ;)

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. Halo kak, mau nanya, itu surat permohonan magangnya ditujukan ke dubes RI untuk Malaysia atau ke KBRI Kuala Lumpur secara umum saja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. langsung ke bagian atdikbud (pendidikan&budaya) di KBRI KL nya

      Delete
  2. Halo rosa salam kenal
    Jika ingin magang diKBRI harus ada sertifikat toefl??

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo, tidak perlu toefl. yg perlu hanya surat rekomendasi dr univ saja

      Delete