Pulau Seribu: Pentingnya Menjaga Alam Bawah Laut

By Rosa Cornelia Gusfa - Friday, October 06, 2017

credits: livingseas.asia

credits: google

Seperti yang kita ketahui, tidaklah asing negara Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan. Kenapa disebut sebagai Negara kepulauan karena Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sebagai Negara kepulauan, Indonesia memiliki lautan yang sangat luas serta pulau-pulau yang menghiasinya serta Indonesia juga sedang menuju untuk menjadi sebuah Negara maritime. Potensi laut Indonesia seakan tidak bisa dipungkiri lagi. Lautan yang terbentang luas dengan keindahan bawah laut dan sumber daya alam membuat potensi Indonesia sebagai Negara maritime sangat tinggi.

credits: livingseas.asia

Keindahan bawah laut Indonesia sudah dikenal di dunia internasional. Banyak pelancong luar yang berkunjung ke Indonesia hanya untuk menikmati pariwisata yang ada di Indonesia. Wisata bawah laut Indonesia menjadi salah satu opsi favorit para pelancong. Kegiatan yang ditawarkan seperti watersport diving, snorkeling, surfing dan lain sebagainya. Terlepas dari kegiatan tersebut, saat ini kondisi bawah laut Indonesia menjadi sedikit terancam. Indonesia memiliki ekosistem terumbu karang tersebar hampir di seluruh lautnya, namun kondisi terumbu karang saat ini mengalami kerusakan. Meningkatnya angka pengunjung wisata bawah laut tidak seimbang dengan kondisi terumbu karang yang semakin memburuk.

credits: livingseas.asia

Terumbu karang bawah laut tidak lagi dengan kondisi yang cukup baik, seperti kondisi terumbu karang yang saya jumpai di Kepulauan Seribu Jakarta. Sebagai salah satu wisata laut terdekat dari Ibukota Jakarta, Kepulauan Seribu menjadi tujuan favorit para pelancong ibu kota untuk melepas penat dari dunia perkerjaan. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu untuk melakukan berbagai kegiatan watersport seperti diving dan snorkeling. Mirisnya, ekosistem terumbu karang di Kepulauan Seribu banyak sekali yang mengalami kerusakan. Perairan menjadi keruh dan sedikit sekali kerumunan ikan yang bisa kita temukan. Kerusakan terumbu karang disebabkan beberapa hal salahsatu nya yaitu wisatawan yang tidak perduli. Banyak dari wisatawan yang melakukan kegiatan watersport dengan cara yang salah sehingga merusak kondisi terumbu karang.  Tidak hanya rusaknya ekosistem terumbu karang namun juga banyak dijumpai sampah plastik yang berada di sekitar terumbu karang. Tentu hal ini menjadi faktor rusaknya ekosistem bawah laut yang kurang kita jaga.

credits: livingseas.asia

Tidak hanya kehidupan daratan yang kita jaga namun ekosistem bawah laut juga harus kita jaga. Kita dapat mengamati perkembangan ekosistem bawah laut melalui kegiatan watersport yaitu diving. Melalui diving kita dapat terjun langsung ke lapangan dan melihat bagaimana kondisi alam bawah laut kita. Kita juga dapat mengurangi kerusakan alam bawah laut dengan ikut berpartisipasi dalam penanaman terumbu karang atau dengan cara yang sangat sederhana yaitu tidak membuang sampah ke lautan.

credits: livingseas.asia

Sampah plastik yang hanyut di lautan terkadang terlihat seperti makanan oleh ikan atau penyu. Hal ini juga yang menyebabkan beberapa populasi penyu dan ikan tertentu menjadi berkurang karena mati. Mereka yang menganggap plastik sebagai makanan akan segera memakan plastik tersebut yang nantinya menghambat sistem pencernaan mereka sehingga akhirnya mati.

credits: livingseas.asia

Sebagai seorang manusia tentu kita harus menjaga kelestarian alam kita karena sebagian dari kehidupan kita bergantung pada alam. Maka dari itu kelestarian bawah laut kita juga sangat penting. Dimulai dari hal-hal kecil kita dapat membantu memperbaiki ekosistem bawah laut kita yang rusak. Jika kita belum bisa membantu secara langsung kita dapat membantu dengan cara memberikan knowledge kepada mereka yang belum mengetahuinya. Ayo tunjukan kepedulianmu untuk melestarikan alam bawah laut kita!


  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. Keren nih👏🏻👏🏻 Trus gmn solusinya nih? Warning doang agaknya wkwkwkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah kmarin bukannya ikut penanaman koral kan kakak

      Delete
  2. saya sangat setuju dengan mbak rosa. Masih banyak sekali masyarakat yg belum aware tentang perilaku apa saja yg dapat mengancam kehidupan bawah laut. Oleh karna itu peran pemerintah dan para aktifis sangat diperlukan saat ini. Dan untung saya tidak bisa berenang mbak, jadi saya tidak akan merusak karang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah tdk apa tdk bsa berenang tp bisa ikut create awareness ya mas hehe

      Delete