Kete Kesu Budaya Tana Toraja

By Rosa Cornelia Gusfa - Monday, September 25, 2017


Masih asing dengan nama Kete Kesu? Tapi dengan nama Tana Toraja pasti sudah tidak asing lagi kan? Kali ini akan sedikit berbeda karena destinasi yang saya tuju bukanlah pantai atau gunung melainkan sebuah desa adat! Kete Kesu adalah desa wisata yang terletak di kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan. 


Kete Kesu berjarak kurang lebih 300km dari pusat kota Makassar. Jika kalian berasal dari luar Makassar maka kalian bisa mencari opsi menuju Makassar menggunakan transportasi udara dan turun di Bandara Hasanuddin Makassar. Kemudian kalian dapat menggunakan transportasi darat menuju kabupaten Toraja. Perjalanan yang jauh dapat ditempuh selama kurang lebih lima jam menggunakan mobil. Kete Kesu sendiri bertempat tidak jauh dari pusat kota Toraja yaitu sekitar 3km dari Rantepao.



Kete Kesu menyediakan wisata budaya dan sejarah untuk setiap pengunjungnya. Di dalam Kete Kesu kita dapat melihat macam rumah adat Toraja dan cerita di baliknya. Di Kete Kesu juga terdapat beberapa toko souvenir local yang menjual berbagai pernak pernik khas Toraja. Untuk masuk ke dalam Kete Kesu, wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000,-
Toraja sendiri merupakan salah satu icon budaya Indonesia. Kebudayaan dan adat istiadat Toraja seakan menjadi ciri khas Indonesia. Seperti contohnya rumah adat Toraja. Kawasan ini terkenal dengan kehidupan dan sejarah yang mereka miliki. 

Bentuk rumah adat yang unik tentu mempunyai kisah di dalamnya. Atap rumah Toraja disebut juga tongkongan. Sejak zaman dulu kala para tetua Toraja menggunakan tongkongan sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen perkebunan mereka seperti padi dan lain sebagainya.

Selain sebagai tempat penyimpanan hasil panen, tongkongan juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan mayat. Masyarakat Toraja memiliki adat yaitu jika ada salah satu keluarga yang meninggal dunia maka keluarga harus membuat sebuah acara kematian yang turut mengundang seluruh warga kampung. Namun jika keluarga belum bisa melaksanakan acara tersebut maka mayat tersebut akan disimpan di dalam tongkongan dan diawetkan. Ketika keluarga sudah dapat membuat acara kematian barulah mayat yang disimpan tersebut dikubur. 

Selain tongkongan hal unik lainnya adalah terdapat tengkorak kepala kerbau yang digantung di depan tongkongan. Tengkorak kerbau melambangkan bahwa keluarga pemilik rumah tersebut sudah pernah mengadakan acara kematian. Kerbau yang dimaksud disebut juga tedongbonga, tedongbonga merupakan hewan khas dari Toraja. Harga tedongbonga dikisarkan ratusan juta hingga satu milyar rupiah, ini menyebabkan belum semua masyarakat memiliki tedongbonga sehingga tidak di semua rumah tongkongan terdapat tengkorak kepala tedongbonga. Di Toraja kalian tidak akan asing jika melihat banyak tedongbonga di sawah ataupun ladang. 

Kamu penasaran dengan budaya dan adat Toraja? Yukk sesekali kunjungi desa adat Kete Kesu! Dijamin kalian tidak akan menyesal. Oh ya sesampainya disini jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan bersikap ramah dengan warga setempat ya!

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar