Tropical Island! Pulau Pisang di Pesisir Barat Lampung

By Rosa Cornelia Gusfa - Friday, May 12, 2017


Pulaauu Ppiissaaaannggggg!!
Nama Pulau Pisang ini masih asing oleh banyak orang. Dari namanya yang unik yaitu buah pisang tentu membuat kita bertanya dimana letak pulau ini. Hamparan pasir putih bersih, air berwarna tosca bening, barisan pepohonan kelapa dan sunset yang berwarna merah muda membuat saya menjuluki pulau ini sebagai Tropical Island!



Pulau Pisang terletak di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Pulau ini tidak terlalu sering dikunjungi karena letaknya yang jauh. Berada di perbatasan antara Bengkulu dan Lampung membuat perjalanan darat dari kota Tanjung Karang Bandar Lampung memakan waktu kurang lebih 7 jam. Akses menuju Krui masih lumayan rusak. Kenapa saya bilang “lumayan” dan bukan “sedikit” karena memang jalanan menuju Krui banyak terdapat lubang-lubang. Usahakan menggunakan mobil besar ketika menuju Krui, karena pengalaman saya kemarin kami menggunakan mobil kecil dan alhasil salahsatu ban pecah akibat melewati lubang yang sangat dalam.


Akses darat menuju Krui bisa melalui darat yaitu melewati Taman Nasional Bukit Barisan.  Opsi lain bisa menggukan pesawat, terdapat landasan udara di Krui namun penerbangan ke Krui tidak setiap hari. Untuk menyebrang ke Pulau Pisang bisa melewati dua dermaga Krui, yang pertama adalah dermaga Labuhan Jukung dan kedua adalah dermaga Tembakak. Melalui Jukung estimasi waktu ke Pulau Pisang sekitar 1 jam dan melalui Tembakak hanya sekitar 15 menit. Biaya penyebrangan kapal dari Tembakak dikenakan Rp 15.000,- /orang.


Ombak di pantai sekitaran Krui dan Pulau Pisang sangatlah besar. Hal ini lah yang membuat banyak wisatawan khususnya wisatawan asing datang ke Krui dan Pulau Pisang. Krui termasuk dalam best spot for Surfing! Jadi jangan heran ketika menyebrangi Pulau Pisang kalian akan bertemu dengan ombak yang super besar.


Pulau Pisang tidak begitu besar, terdapat beberapa desa yang mengisi pulau ini. Nama Pulau Pisang  membuat saya penasaran kenapa harus “Pisang”?. Rasa penasaran itu pun berakhir ketika saya bertanya kepada salah satu penduduk asli Pulau Pisang. Bapak itu sudah tua, sudah memiliki cucu dan beliau pun menceritakan arti dari nama tersebut.


Menurut cerita turun temurun, dulu pulau ini tidak ada penghuninya, namun akhirnya ada seorang lelaki tua yang memberanikan diri untuk menyebrangi pulau ini. Tidak memiliki kapal atau sejenisnya membuat lelaki ini berpikir keras bagaimana menuju pulau tersebut. Akhirnya melalui batang-batang pisang yang disusun menjadi sebuah rakit, lelaki itu berhasil menyebrangi pulau ini. Kemudian dinamai lah pulau ini dengan “Pulau Pisang”. Ada juga yang mengatakan bentuk pulau yang mirip buah Pisang menjadi salah satu keunikan kenapa pulau ini dinamai Pulau Pisang.


Mata pencaharian utama dari penduduk Pulau Pisang ini adalah nelayan. Ketika berlabuh di Pulau Pisang kalian pasti akan bertemu banyak kapal-kapal nelayan yang sedang berbaris rapih di tepi pantai. Penduduk di pulau ini sangat ramah, jika bertemu dengan penduduk sana jangan lupa untuk senyum dan menyapa, setelah itu pasti mereka akan bertanya dari mana asal kalian. Dari Lampung atau luar Lampung ? hehe.


Jika berkunjung ke Pulau Pisang alangkah baiknya untuk menginap minimal hanya semalam. Terdapat dua opsi untuk menginap di pulau ini. Kalian bisa menginap di homestay atau membawa tenda sendiri. Ada beberapa homestay milik warga di Pulau Pisang. Aktivitas yang dapat kalian lakukan di pulau ini seperti berkeliling pulau serta bertemu dengan warga lokal, bermain air pantai, dan juga mengelilingi Pulau Pisang menggunakan kapal nelayan.


Pagi itu aktivitas di Pulau Pisang sudah sangat ramai. Melihat warga yang bergotong royong membantu sebuah kapal membuat saya dan beberapa teman turut membantu. Mendorong kapal menuju air hingga kapal itu mengapung dengan gagahnya. Tak lama dari ikut membantu, pemilik kapal menawarkan kami untuk ikut mengelilingi Pulau Pisang! Ah senangnyaaa. Anak-anak dari Pulau Pisang pun ikut bersama kami mengelilingi pulau menggunakan kapal yang kami bantu sebelumnya. Tentunya pemilik kapal tidak meminta bayaran, katanya ini hadiah karena sudah ikut membantu. Saya pun sangat senang bisa bertemu dengan warga-warga local salah satunya seperti pemilik kapal ini.


Setelah berbicara cukup lama dengan warga local ternyata di Pulau Pisang ini terdapat spot Lumba-lumba. Sang pemilik kapal membawa kami berkeliling pulau dan menuju spot lumba-lumba tersebut. Sayangnya kami kurang beruntung, pagi yang sehabis hujan dan mendung membuat kami tidak menemukan lumba-lumba. Ketika bertemu dengan para nelayan di laut, mereka memberitahukan jika pagi ini tidak terdapat lumba-lumba yang muncul karena cuaca yang mendung. Kali ini kami belum beruntung, semoga ketika kembali lagi ke pulau ini Lumba-lumba akan terlihat.


Untuk kalian yang penasaran dengan Pulau Pisang tidak ada salahnya untuk dating dan berkunjung ke pulau ini. Perjalan yang panjang dan melelahkan akan terbayarkan ketika kalian sudah berada di pulau ini! Percayalah tidak ada perjalanan panjang yang sia-sia jika kita menikmati perjalan itu! Ketika sudah berada di pulau ini jangan lupa untuk TIDAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN dan jangan lupa untuk ramah kepada warga sekitar.




  • Share:

You Might Also Like

0 komentar