Pendakian Gunung Semeru, Puncak Mahameru Titik Tertinggi Pulau Jawa

By Rosa Cornelia Gusfa - Monday, September 12, 2016

 Sejenak terpintas di pikiran setelah nama Semeru terdengar di telinga. Siapa yang tidak tahu akan gunung ini? Gunung yang sangat populer di kalangan pendaki, para pecinta gunung, pecinta pesona keindahan alam, dan pecinta lainnya. Semeru yang merupakan gunung api tertinggi ke-3 di Indonesia terletak di Desa Ranu Pani, Tumpang, Malang, Jawa Timur. Ketinggian puncaknya mencapai 3676 meter diatas permukaan laut. Tekenal dengan gunung api yang masih aktif, yang secara rutin masih mengeluarkan asap dari dalam kawahnya. Ya itulah Gunung Semeru.




Pendakian kali ini saya lakukan bersama teman-teman seperjuangan dari club/ukm kampus yang bernama Lspr Adventure. Beranggotakan 21 orang yang mengikuti pendakian. Bukanlah jumlah yang sedikit, namun atas ridho-Nya, 17 personil dari kami berhasil mencapai puncak dan ke 21 personil kami turun sampai desa Ranu Pani dengan selamat dan sehat walafiat.


para anggota yang mengikuti pendakian Gunung Semeru

Perjalanan menuju Desa Ranu Pani ditempuh selama 1 jam menggunakan mobil jeep dari Tumpang. harga 1 mobil jeep seharga Rp 650.000,- dan cukup untuk 10 orang beserta carrier yang dibawa. Perjalanan di Gunung Semeru juga termasuk perjalanan yang sedikit santai karena kami berada di sana selama 5hari4malam, bermalam di Ranu Kumbolo 2 malam dan bermalam di Kalimati selama 2 malam.


perjalanan dari Tumpang menuju Ranu Pani menggunkan jeep

Gunung Semeru termasuk gunung yang paling sering memakan korban. Maka dari itu setiap pendaki tanpa terkecuali sebelum melakukan pendakian harus mengikuti briefing terlebih dahulu di pos simaksi. Briefing ini diberikan oleh sahabat volunteer semeru. Memberikan segala informasi terkait pendakian di Gunung Semeru. Tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Aturan yang ditetapkan di gunung ini juga sangat baik. Sebelum pendakian setiap pendaki harus dan wajib memberikan surat sehat asli dan ktp asli sebagai jaminan kepada pihak simaksi. Dan para pendaki juga diharuskan membawa turun sampah sejumlah barang-barang yang dibawa sebelum pendakian. Dan untuk biaya simaksi Gunung Semeru untuk hari biasa adalah Rp 17.500,- dan hari libur Rp 22.500,-


sahabat volunteer semeru

saat mengikuti briefing di pos simaksi

Memulai pendakian dari Ranu Pani ke Ranukumbolo memakan waktu 3 atau 4 jam. Bisa lebih bisa juga kurang tergantung bagaimana stamina masing-masing saat diperjalanan. Fit kah atau juga sedang tidak enak badan. Semua bisa menjadi faktor lama tidaknya pendakian di gunung.

memulai pendakian

Gunung Semeru selalu ramai dikunjungi. Meski itu weekend ataupun weekdays. Ranukumbolo saat itu sedang ramai pengunjung. Terletak di tepi danau membuat daerah tersebut sangat dingin, suhu mencapai 12 derajat saat itu, bahkan suhu di Ranukumbolo pernah mencapai minus (-).

suasana Ranukumbolo

Ranukumbolo di pagi hari

 Ranukumbolo yang dikelilingi bukit

 Ranukumbolo yang dikelilingi danau dan bukit memberi pesona tersendiri didalamnya. Bukit yang berwarna hijau disaat musim hujan dan berubah menjadi warna sedikit kuning kecoklatan di saat musim panas. Dua-duanya cantik! 

bukit-bukit disekitar Ranukumbolo

 Danau Ranukumbolo

Tempat untuk mendirikan tenda selanjutnya adalah di Kalimati. Sama, perjalanan ke Kalimati juga bisa ditempuh selama 3/4jam atau bisa juga lebih. Kalimati juga dikelilingi bukit-bukit. Disebut Kalimati karena dulunya Kalimati ini adalah sungai. Namun sekarang sungai ini kering tanpa sisa, dan akhirnya dijadikan tempat camp terakhir sebelum menuju Summit (Puncak Mahameru). Perjalanan menuju Kalimati dari Ranukumbolo kita akan di suguhkan tanjakan yang dinamakan tanjakan cinta.


tanjakan cinta

pemandangan Ranukumbolo dari atas tanjakan cinta
 
Diperjalanan menuju Kalimati, pendaki pasti akan bertemu ladang verbenand atau yang lebih sering disebut Oro-oro Ombo. Verbenand ini berbentuk bunga berwarna ungu, dimana ladangnya yang sangat luas akan kita jumpai ketika menuju Kalimati. Berbeda dengan edelweis, verbenand boleh dipetik dan dibawa pulang, karena mengetahui sifatnya yang parasit. Namun harus berhati-hati ketika membawanya. Verbenand harus dimasukan kedalam plastik atau tas, agar meminimalisir bibit yang berada diujung bunga terjatuh ke tanah. Karena itu akan menyebabkan dia tumbuh kembali.

ladang verbenand

jalur ditengah Oro-oro Ombo

ladang verbenand yang berwarna ungu tua
 
Beberapa pos di gunung ini juga terdapat warung kecil milik warga lokal yang menjual berbagai macam gorengan, buah-buahan, minuman, dan lain sebagainya. Tentu dengan range harga yaitu sekitar Rp 2.500,-. Biasanya banyak para pendaki yang tergiur dengan segarnya buah semangka. Sesampainya di Kalimati, kita akan suguhkan savana. Namun tidak begitu luas. Di Kalimati ini lah para pendaki mendirikan tenda dan bersiap untuk memuncak. Banyak para pendaki yang mengincar Puncak Mahameru. Begitu pula dengan saya. Benar bahwa Summit adalah Optional. Namun dengan niat dan tekad yang bulat, saya akhirnya memutuskan untuk ikut pendakian ke Summit. Perjalanan dimulai pukul 12malam. dan tiba diatas Puncak Mahameru sekitar pukul 8pagi.


 warga lokal yang menjual makanan dan minuman

savana Kalimati 
 
Jika mereka bilang Semeru banyak memakan korban, saya sangat setuju. Melihat track menuju puncak yang hampir 100% adalah batu dan pasir. Melangkah 3 kali turun sekali, begitu seterusnya. Dianjurkan untuk menggunakan gaiter untuk melindungi kaki kalian agar pasir-pasir tidak masuk ke dalam sepatu.


jalur menuju puncak
 jalur yang berpasir dan penuh bebatuan

perjalanan menuju puncak
 
Pendakian malam menuju puncak dibutuhkan stamina dan keyakinan yang kuat. Bertarung dengan angin pagi dan dinginnya suhu diatas sana, serta cahaya yang terbatas dengan hanya menggunakan headlamp atau senter. 


pemandangan dari jalur menuju puncak ketika matahari terbit 

Setibanya di Puncak, tidak hentinya meneteskan air mata. Setelah berjam-jam berjalan bersama batu dan pasir yang tak bersahabat. Semua terbayarkan! Melihat jawa dari puncak tertingginya. Melihat Gunung Bromo pagi itu yang berdiri megah. Terimakasih Tuhan, terimakasih telah mengizinkan saya berdiri diatas titik tertinggi Pulau Jawa. Bersama teman seperjuangan, bersama teman para pendaki lainnya. 

17 personil berdiri diatas Puncak Mahameru

bersama ke-4 wanita perkasa 

Puncak Mahameru
 
Terimakasih telah mengizinkan saya melihat betapa indahnya ciptaanMu. Bersamaan ketika melihat Sang Mahameru yang membatukan asapnya, begitu cantik, begitu indah. Suatu pencapaian lagi di tahun ini. Terimakasih Tuhan, Terimakasih Semeru. Semoga kita berjumpa dilain waktu!

asap yang keluar dari kawah Semeru

Puncak Mahameru, 3676 mdpl 


  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Keren, Artikel artikelnya menginspirasi kak, luar biasa, salam kenal kak

    ReplyDelete
  2. Keren, Artikel artikelnya menginspirasi kak, luar biasa, salam kenal kak

    ReplyDelete