Pendakian Gunung Argopuro Dengan Jalur Terpanjang Kedua di Indonesia

By Rosa Cornelia Gusfa - Saturday, July 02, 2016

Hai readers, sedikit cerita mungkin boleh dibilang saya adalah seorang newbie dalam kegiatan outdoor. Namun itu tidak mematahkan semangat saya untuk terus mengexplore isi dari Indonesia kita tercinta. Yap akan dimulai pada pendakian ke Gunung Argopuro. Gunung Argopuro adalah gunung dengan jalur terpanjang kedua di Indonesia setelah Gunung Leuser di Aceh. Gunung Argopuro terletak di bagian Timur Jawa yaitu kabupaten Bondowoso. Gunung Argopuro ini adalah gunung pertama yang saya daki. Pendakian Gunung Argopuro bisa dilewati oleh dua jalur yaitu Baderan dan Bremi. 
sabana argopuro
Berawal dari niat yang kuat akhirnya saya mengikuti trip ini bersama 15 teman saya, 14 laki-laki dan satu perempuan. Mereka semua adalah teman-teman dari club adventure di kampus saya, yaitu LSPR Adventure. Saya beserta teman-teman lainnya memilih untuk melewati jalur Baderan. Dibutuhkan waktu 6 hari 5 malam dalam pendakian ini. Hari pertama kami berjalan dari desa Baderan menuju pos mata air 1. Namanya saja pos mata air 1, tentu pasti ada mata airnya. Oh iya hampir disetiap pos di gunung Argopuro ini terdapat mata air, jadi tidak perlu terlalu cemas jika kalian kekurangan air. 
pos baderan
Setelah berjalan dari pos mata air 1, sampailah kami di pos mata air 2. Air dari mata air ini bener-bener sejukkk. Terdapat cukup tempat untuk mendirikan tenda juga. Jika kalian mulai berencana untuk mendaki gunung argopuro, itu adalah pilihan yang tepat! walaupun diperlukan waktu yang lama namun percayalah, kalian akan disuguhi pemandangan yang luar biasa. Tidak ada habis-habisnya pemandangan di gunung ini. Setelah dari pos mata air 2, kami berjalan menuju pos berikutnya yaitu Cikasur. selama perjalan dari pos mata air 2, akan ada bentangan sabana yang sangat luas dan asri, yaitu sabana 1 dan sabana 2. Disini kami beristirahat sambil makan siang.
mata air 2
sabana 1
sabana 2
Sampailah di pos Cikasur. Aaaaaa sungguh cantik!! Di Cikasur terdapat bentangan sabana yang sangat luas serta sungai kecil yang mengalir. Konon cerita, Cikasur ini merupakan bekas landasan udara milik Jepang. jika beruntung, kalian akan melihat merak di pos ini. Namun sangat jarang merak-merak menunjukan diri mereka. Saat di Cikasur saya tidak menemukan merak, namun beberapa teman yang lain sempat melihat. Sungai kecil disini mengalir dan diujung sungai terdapat banyak bunga lavender. Ada juga tumbuhan selada air. Selada air ini tinggal dipetik dan dimasak. Best vegetable on earth! Kalian harus coba!
 cikasur
cikasur
Karena gunung ini memiliki trek terpanjang kedua di Indonesia, kami jarang sekali bertemu dengan pendaki lain. Mungkin hanya 2 kelompok pendaki saat itu. Kami pun melanjutkan perjalanan ke pos berikutna yaitu Rawa Embik. Diperjalanan menuju Rawa Embik, akan banyak ditemukan hutan mati. Kemudian akan melewati pos Cisentor. Dari cerita, pos Cisentor ini sangat angker sehingga tidak ada pendaki yang berani untuk mendirikan tenda disini. Jika maghrib sudah tiba, biasanya akan ada bunyi orang memainkan gamelan di samping gubuk Cisentor. Disini kami hanya beristirahat, kemudian melanjutkan perjalanan. Sampailah di pos Rawa Embik, cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda. Terdapat sungai juga yang mengalir di pos ini. Mungkin karena tempatnya yang berdekatan dengan sungai sehingga pos ini dimalam hari 2x lipat lebih dingin dari pos-pos sebelumnya.
                            
 rawa embik
Setelah dari Rawa Embik kami pun melanjutkan perjalanan menuju summit. Gunung Argopuro memiliki 2 puncak/summit yaitu Puncak Rengganis dan Puncak Argopuro. Kami memilih untuk summit ke Puncak Rengganis. Konon, di puncak rengganis ini dulunya adalah kerajaan besar dewi rengganis. Diperjalanan menuju puncak rengganis, kalian akan melihat batu-batu seperti bekas kerajaan yang hancur. Nuansa sejarah di sini sangat terasa. 
 puncak rengganis
 euphoria di puncak rengganis
pemandangan dari atas puncak rengganis
Setelah turun dari puncak kami melanjutkan perjalan menuju pos Cemoro Lima. Trek menuju Cemoro Lima 2x lebih membutuhkan tenaga dari jalur sebelumnya. namun sesampainya di pos Cemara Lima, kita akan mendapatkan pemandangan serta kesejukan udara karena Cemoro Lima ini dikelilingi hutan pinus. Terdapat juga sungai disini, namun air sungai ini tidak bisa diminum karena warnanya yang keruh. Di Cemoro Lima kami memutuskan untuk berkemah.
perjalanan menuju cemoro lima
Dari Cemoro Lima trek mulai berjalan menurun. Namun tetap dengan trek yang sedikit membutuhkan tenaga. Pos selanjutnya adalah Danau Taman Hidup. Kalian akan menemukan banyak jurang yang sangat curam dalam perjalan ke danau taman hidup. Konon, Danau Taman Hidup adalah tempat pemandian Dewi Rengganis dan dayang-dayangnya. Tidak ada yang tau pasti seberapa dalam danau ini. Dari cerita warga setempat, terdapat ikan yang sangat besar hidup di dalam danau ini. Percaya atau tidak, itu cerita warga setempat. Di danau taman hidup kami memutuskan untuk tidak berkemah melainkan melanjutkan perjalanan langsung ke simaksi Bremi, yaitu pos terakhir.
perjalanan menuju danau taman hidup
danau taman hidup
Trek menuju bremi benar-benar menakjubkan. Jalanan yang licin karena musim hujan saat itu membuat beberapa teman kami jatuh terpeleset. Setelah beberapa jam, akirnya sampailah kami di perkebunan warga. Tak lama dari itu saya menemukan sungai yang tidak terlalu besar dan ada banyak anak kecil yang sedang mandi dan bermain disana. Saya tidak melanjutkan perjalanan langsung menuju pos simaksi bremi, melainkan ikut bermain sebentar bersama anak-anak desa itu. haha so happy!
perjalanan menuju desa bremi
 anak-anak lokal yang sedak bermain di sungai desa bremi

Sampailah saya di Pos Bremi. Di pos simaksi inilah kami membereskan barang-barang dan berkumpul dengan seorang penjaga pos bremi. Bapak penjaga pos bercerita tentang legenda-legenda yang ada di gunung argopuro, dan juga menceritakan apa saja hal-hal yang terjadi kepada pendaki jika pendaki tersebut tidak sopan atau terlalu angkuh. Seperti contohnya ada pendaki yang hilang, dan hipotermia hingga meninggal. Jika ada pendaki yang hilang, desa tersebut akan hujan sampai pendaki itu ditemukan. So, kalian para pendaki, selalu jaga sikap dan tunjukan rasa hormat kalian ya!

nt: saya tidak mencantumkan harga dan waktu dalam cerita ini, karena perjalan ke Gunung Argopuro ini saya mulai pada tanggal 27 februari 2015

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wah jadi travel writer sekarang teman lama haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru bisa bales :( haha ridho! Udh lama ga denger kabarnyaaaa

      Delete